Archive for November 2012

Berikut peraturan terkait Penerbitan Faktur Pajak terbaru:

  1. PMK-84/PMK03/2012 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak –> Baca di sini.
  2. PER-24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan Dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan Atau Penggantian, Dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak –> Baca di sini.

Hal-hal yang mungkin menjadi perhatian Anda:

  • Pengusaha Kena Pajak wajib membuat Faktur Pajak untuk setiap:penyerahan Barang Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a dan/atau Pasal 16D Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai;
  1. penyerahan Jasa Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf c Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai;
  2. ekspor Barang Kena Pajak berwujud sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf f Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai;
  3. ekspor Barang Kena Pajak Tidak berwujud sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf g Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai; dan/atau
  4. ekspor Jasa Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf h Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai.
  • Faktur Pajak juga harus dibuat pada:
  1. saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan Barang Kena Pajak dan/ atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak;
  2. saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan; atau
  3. saat lain yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan tersendiri.
  • Faktur Pajak Gabungan
  • Faktur Pajak yang diterbitkan oleh Pengusaha Kena Pajak setelah melewati jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak saat Faktur Pajak seharusnya dibuat, tidak diperlakukan sebagai Faktur Pajak, dan tidak dapat dikreditkan sebagai pajak masukan.
  • Dalam Faktur Pajak harus dicantumkan keterangan tentang penyerahan Barang Kena Pajak dan/ atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang paling sedikit memuat:
  1. nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak;
  2. nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak;
  3. jenis barang atau jasa, jumlah Harga Jual atau Penggantian, dan potongan harga;
  4. Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut;
  5. Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut;
  6. kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak; dan
  7. nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak.
  • Direktur Jenderal Pajak dapat menetapkan dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak.
  • PKP wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis nama PKP atau pejabat/pegawai yang berhak menandatangani Faktur Pajak
  • Faktur penjualan yang mencantumkan keterangan sesuai dengan keterangan yang dicantumkan dalam Faktur Pajak dan pengisiannya dilakukan sesuai dengan tata cara pengisian keterangan pada Faktur Pajak sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak, termasuk dalam pengertian Faktur Pajak.
  • Faktur Pajak paling sedikit dibuat dalam 2 (dua) rangkap yang peruntukannya masing-masing sebagai berikut:
    • a. Lembar ke-1, disampaikan kepada pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak.
    • b. Lembar ke-2, untuk arsip PKP yang menerbitkan Faktur Pajak.
  • Faktur Pajak yang tidak diisi secara lengkap, jelas, benar, dan/atau tidak ditandatangani oleh PKP atau pejabat/pegawai yang ditunjuk oleh PKP untuk menandatanganinya sesuai dengan tata cara dan prosedur sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini merupakan Faktur Pajak Tidak Lengkap.
  • Penerbitan Faktur Pajak Pengganti, dan Pembatalan FP
  • Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak terdiri dari 16; (enam belas) digit yaitu: 2 (dua) digit Kode Transaksi; 1 (satu) digit Kode Status; dan 13 (tiga belas) digit Nomor Seri Faktur Pajak yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
  • Kode dan nomor seri Faktur Pajak yang digunakan untuk penomoran Faktur Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran sebagaimana dimaksud da lam Pasal 14 ayat; (1) huruf e angka 2 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan tidak mengikuti ketentuan penomoran Faktur Pajak sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini
  • Terhitung mulai tanggal 1 April 2013 seluruh Pengusaha Kena Pajak wajib menggunakan Kode; dan Nomor Seri Faktur Pajak sesuai dengan ketentuan
  • Permohonan Kode Aktivasi dan Password dan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak sebagaimana diatur dalam Pasal 9 dapat diajukan oleh PKP mulai tanggal 1 Maret 2013.

Untuk contoh/template Formulir yang digunakan, bersambung di lain waktu.

Terimakasih.

 

Berawal dari atasan saya yang menanyakan bagaimana membuat SPT Tahunan PPh 1770SS massal/kolektif secara cepat dari suatu daftar pegawai yang tersedia, saya akhirnya membuat posting dengan judul di atas. Kita secara umum mengenal fitur Mailmerge disediakan oleh Microsoft Word untuk membuat surat dalam jumlah banyak dengan template yang sama, tetapi ada beberapa field yang berbeda, misalnya nama, alamat, waktu, dan lain sebagainya.

Untuk membuat SPT 1770SS saya langsung berfikir fasilitas mailmerge ini. Tetapi tunggu,, ternyata template yang tersedia untuk SPT tersebut adalah file pdf dan excel, padahal untuk membuat mailmerge harus ada file Ms Word dan format isian juga ada kotak-kotak yang sulit diisi jika menggunakan Ms Word. Memindahkan format SPT dari pdf/excel ke Ms Word juga menimbulkan masalah sendiri yang saya pikir sulit dipecahkan.

Saya berfikir dan yakin ada cara tertentu dengan menggunakan file pdf/excel untuk apa yang saya tuju. Karena saya lebih menguasai file excel daripada file pdf untuk dimanipulasi, akhirnya saya browsing dan menemukan artikel yang saya cari di website-nya pakar dan penulis buku tentang excel, John Walkenbach, untuk membacanya silakan baca di sini –> Mailmerge tanpa Ms Word

Contoh file excel (original), download di sini –> mailmerge.xls

Dari aplikasi excel yang disusun John Walkenbach tersebut saya terapkan untuk membuat SPT 1770SS secara massal. Hasilnya berupa file excel yang bisa di download di sini –> mailmerge_1770ss

Screenshot seperti gambar berikut:

image

Read the rest of this entry »

Sesuai dengan amanat UU Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (lihat di sini) No 28 tahun 2009 Pajak Bumi Bangunan (PBB) berubah menjadi pajak daerah yang dikelola sendiri oleh masing-masing pemerintah kota/kabupaten melalui Dinas Pendapatan Daerah. Nama Dinas mungkin bisa berbeda antar daerah. Pendaerahan atau pengalihan PBB ke daerah ini harus dilakukan paling lambat mulai berlaku 1 Januari 2014.

Di Kota Semarang, tempat saya tinggal, PBB telah dialihkan dari Pusat ke Pemerintah Kota Semarang akhir tahun 2011. Sehingga mulai 1 Januari 2012 urusan pelayanan, pengawasan, pemungutan, dan lain sebagainya ditangani oleh Pemerintah Kota Semarang melalui aparatur atau dinas yang ditunjuk, dalam hal ini Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD). Jadi untuk urusan PBB, masyarakat tidak lagi ke Kantor Pajak tetapi ke Pos Pelayanan PBB yang telah disiapkan dan dioperasikan oleh DPKAD Kota Semarang.

DPKAD Kota Semarang telah menyiapkan 4 (empat) Pos Pelayanan PBB, lihat Foto Scan Leaflet di bawah ini.

 

From Drop Box

atau bisa juga klik di sini. (leaflet PBB Kota Semarang)

No Telp DPKAD Kota Semarang: (024) 3521568, 3521569

 

Masalah: Saya baru belajar tentang menggabungka teks antara 2 cell dan saya ingin menggabungkan teks dan tanggal serta jumlah rupiah. Ketika saya mencobanya pada pembuatan faktur penjualan (invoice) ternyata hasilnya tidak seperti yang saya inginkan. Apa yang salah dengan formula yang saya buat?

image

Solusi: Excel secara implisit menyimpan tanggal sebagai angka dan menampilkannya tergantung pada format yang dipakai. Pada sebuah formula anda bisa menggunakan fungsi TEXT untuk mengubah sebuah tanggal atau angka menjadi format angka tertentu. Sebagai contoh, formula =TEXT(F1+F3,”mm/dd/yyyy”) akan menghasilkan sebuah teks 03/11/2012.

Jika anda tidak yakin pada kode untuk format custom number, anda bisa mencarinya melalui cell yang sudah anda setting sebelumnya. Berikut contohnya:

1) Pilih cell E1

2) Tekan Ctrl+1 untuk menampilkan dialog Format Cells

3) Klik tab Number dan pilih kategori Custom. Excel akan menampilkan kode yang digunakan untuk format cell tersebut.

4) Sorot karakter kode tersebut, tekan Ctrl+C untuk meng-copy ke Clipboard, dan paste ke fungsi TEXT.

image

image

5) Ubah formula pada B13 menjadi ="Tolong dilunasi sejumlah "&TEXT(E11,"Rp#,##0;Rp(#,##0);Rp-")&" sebelum "&TEXT(F1+F3,"dddd, dd MMMM yyyy.")

 

image image

Bagi anda yang masih menggunakan Excel 2003 dan ingin beralih ke versi yang lebih baru, Excel 2007, ada baiknya mengetahui perbedaan keduanya yang disajikan dalam perbandingan angka berikut ini.

 

Pembeda

Excel 2003

Excel 2007

Jumlah baris

65,536

1,048,576

Jumlah kolom

256

16,384

Kapasitas memory yang digunakan

1 Giga bytes

Maksimum yang dibolehkan Windows

Jumlah warna

56

4.3 milyar

Conditional format tiap cell

3

Unlimited

Tingkatan sorting

3

64

Tingkatan undo

16

100

Jumlah item yang dapat ditampilkan pada Auto-Filter dropdown

1,000

10,000

Jumlah karakter yang dapat ditampilkan tiap cell

1,000

32,000

Jumlah unique styles dalam satu workbook

4,000

64,000

Jumlah karakter maksimum dalam satu formula

1,000

8,000

Tingkatan nesting dalam satu formula

7

64

Jumlah maksimum argumen satu fungsi

30

255